![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
|||||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||||||||
OPINI PEMBACA
Mencentang? Pegang Pulpen Saja Bergetar... KPU telah mengusulkan teknis pemberian suara dengan mencentang. Namun, teknis ini masih mengundang pro-kontra dengan alasan tidak seluruh masyarakat Indonesia mengenal istilah itu. Apalagi, selama ini pemilih sudah akrab dengan cara mencoblos untuk memberikan suaranya. Mantan anggota KPU Imam Prasodjo khawatir perubahan metode yang drastis ini akan menimbulkan kebingungan pada masyarakat pemilih. "Saya khawatir kalau metode berubah secara drastis, dengan waktu sosialisasi yang pendek nanti masyarakat bingung. Masyarakat kita ini banyak yang masih pendidikan rendah, SD juga banyak yang enggak tamat. Pegang pulpen saja bergetar, tidak nyaman," kata Imam seusai diskusi di Gedung DPD, Jumat (19/9). Namun, Imam tak menyatakan menolak perubahan metode tersebut. Hanya saja, jika memang disepakati seperti itu hendaknya diikuti dengan waktu sosialisasi yang panjang. Jika tidak, kemungkinan partisipasi pemilih akan rendah. Selain disebabkan masih kacaunya pendataan pemilih, juga faktor kemungkinan banyaknya surat suara yang tidak sah karena perubahan teknis pemberian suara. "Dengan metode centang itu bisa saja terjadi surat suara yang tidak sah, ditambah golput lagi sehingga takutnya tidak menghasilkan pemerintahan yang legitimate," ujar Imam. Sumber: Kompas (Inggried Dwi Wedhaswary) Dikirim oleh: - 25/09/2008 (16:39) Dibaca: 266 kali. |
|
||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||
|
|||||||||||||||||||||||||||